Tol Jambi Telah Beroperasi, 5,1 KM Lahan Sudah Land Clearing

Berita, Daerah1194 Dilihat

Jambi – Progres pekerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melewati Jambi saat ini telah dimulai. Pada tahap awal untuk ruas yang dinamakan Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 sepanjang total 15 Kilometer (KM) ini sudah dilakukan pembukaan lahan atau land clearing sebanyak 5,1 KM.

Alat-alat berat pihak kontraktor jalan tol Hutama Karya (HK) juga telah tampak melakukan pembersihan di lokasi.

Hal ini telah diakui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 Arif Budiarto. “Sudah land clearing sepanjang 5,1 kilometer,” ujar Arif.

Ia merincikan, daerah yang sudah dilakukan land clearing berada di desa Muaro Sebapo 2,7 km. Sedangkan sisanya yang sudah ada di desa Sungai Landai sebanyak 2,4 Kilometer.

Dikatakannya, pembukaan lahan kebanyakan merupakan yang sebelumnya berbentuk kebun.

“Kebanyakan kebun, dan rumah ada beberapa namun tak banyak,” katanya.

Sehubungan dengan pekerjaan fisik untuk menangani tanah lunak (gambut) di tol Jambi, Arif mengatakan juga sudah berprogres dan sudah ada beberapa pilihan.

“Sudah ada beberapa alternatif, akan dibahas lebih lanjut dengan direktorat jalan bebas hambatan (Kementerian PUPR),” katanya.

Sementara itu Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi Raden Najmi juga mengakui proses pengerjaan Tol Jambi Batas Betung telah berlangsung.

“Semua jalur sudah dibebaskan, dan jalur itu saat ini dibersihkan. Dan pihak yang menangani jalan tol tinggal melihat konstruksi untuk menangani masalah gambut dan biasa bagaimana, akan ada penilaian tersendiri nantinya,” ucap Raden.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi Ibnu Kurniawan kepada menyatakan, untuk Pembangunan fisik Jalan Tol yang melintasi Jambi tepatnya pada seksi 3 Bayung Lencir Tempino yang telah terkontrak, akan dimulai pada bulan Juli mendatang.

Saat ini belum dimulai lantaran, pihak penyedia jasa dan Kementerian PUPR tengah mencari skema untuk menangani bermacam bentuk tanah lunak di Jambi, seperti gambut, rawa hingga bekas kebun sawit.

Dengan metode yang tepat itu diharapkan jalan tol perdana yang melintasi Jambi sepanjang 15 Kilometer itu bisa selesai tepat waktu pada 2024.

“Tantangannya saat ini ada tanah yang perlu penanganan khusus. Untuk itu saya tugaskan ke penyedia jasa (Hutama Karya) dan PPK (BPJN) untuk berkoordinasi untuk mencari alternatif pekerjaan. Ini yang kita cari, apakah ada metode kerja yang lebih cepat daripada yang sudah ada dalam desain,” ujarnya kepada Jambi Ekspres .

Ibnu mengatakan, untuk tanah yang memerlukan penanganan khusus ada sebanyak 3,3 Kilometer. Dari total luas tol seksi ini sepanjang 15 Kilometer yang melintasi batas betung hingga Tempino ini. “Adapun tanah yang butuh penanganan khusus sekitar 3.300-an meter atau 3,3 kilometer,” tuturnya.

Untuk itu dalam waktu sebelum Juli ini pihaknya akan mencari solusi terkait tantangan tanah ini.

“Rencananya kita akan mencari kostruksi lain agar lebih cepat selesai dan tepat waktu sesuai arahan presiden. Salah satunya pilihan diantaranya dengan menggunakan Pile Slab (tiang yang menopang dibawah jalan),” tegasnya.

“Setelah ditemukan metode yang cocok pekerjaan akan dimulai pada Juli ini,” akunya.

Selain itu, Ibnu menyatakan pihaknya menyiapkan lima strategi percepatan untuk pembangunan jalan tol Jambi. Yang pertama dengan segera melakukan review desain atau mencari solusi penaganan tanah lunak dengan menggunakan geoteknik khusus dengan mencoba pile slab.

Lalu langkah selanjutnya, dalam konstruksi akan mengimplementasikan digital konstruksi.

“Nantinya mulai tahapan persiapan pemadatan hingga sampai finishing kita menggunakan digital konstruksi. Seperti nanti untuk alat penghamparan rigid menggunakan alat yang secara teknologi akan mengunci berdasarkan GPS, jadi harapannya ketebalan jalan akan rata,” ucapnya.

Selanjutnya strategi ketiga, untuk penanganan lapangan resource management planning.

“Dari panjang 15 Km ini kita sudah inventaris akses jalan yang bisa masuk ke lokasi pekerjaan. Dalam ini kita bagi menjadi tiga zona, yang nantinya mempunyai penanggung jawab masing-masing,” katanya.

Kemudian disiapkan juga pendampingan tim teknis dari intern penyedia jasa maupun Kementerian PUPR untuk menjaga mutu terjaga dari awal hingga akhir.

Strategi percepatan terakhir, yakni projek manajemen informasi sistem. Dengan dashboard ini bisa dimonitor progress pekerjaan hingga ada video pekerjaan yang bisa dipantau melalui cctv.

“Kita sudah menggunakan teknologi untuk mempercepat pelaksanaan di lapangan,” ucapnya.

Adapun Jalan tol yang ditargetkan selesai di Jambi pada 2024 hanya pada seksi 3 Bayung Lencir-Tempino dengan panjang 15 Kilometer.

Adapun alokasi dana sesuai pagu yang dibutuhkan untuk pembangunan ruas tol Jambi Seksi 3 Bayung Lencir-Tempino adalah Rp 2,83 Triliun. Karena dibangun dengan sistem multi years, pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp 1,5 Triliun.

Sementara untuk kelanjutan Jambi-Rengat pihak Kemeterian PUPR menyatakan belum menjadi target dekat. Dari pengakuan pihak kementerian, jika dipersentasekan jalan tol yang akan hendak dibangun di Jambi pada Seksi 3 hingga Batas Tempino ini baru 8 persen dari keseluruhan ruas yang melintasi Jambi.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris berharap jalan tol Jambi dikerjakan dengan cepat dan tepat.

“Tol yang pasti sudah kontrak, dan kalau dari pernyataan pak Presiden Jokowi akhir tahun (2024) selesai, Dan kita yakin akan dikerjakan dengan cepat,” ucap gubenrnur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *