Meski Perkaranya Dihentikan, Dugaan Perkosaan Oleh Ayah Kandung di Tanjabtim Masih Jadi Misteri

Berita, Daerah, Perkara1284 Dilihat

Tanjungjabung Timur – Sampai saat ini publik masih terus dibuat bertanya-tanya akan proses pengusutan kasus yang cukup heboh pada rentang pertengahan 2018 lalu, yakni kasus perkosaan terhadap almarhum RS (23) yang diduga kuat melibatkan ayah kandungnya sendiri.

Lima tahun berjalan kasus tersebut tampak gelap, minim kejelasan soal proses hukumnya. Sementara korban RS sudah meninggal pada 2020 lalu. Sebelumnya RS, warga Sabak Ilir Kecamatan Muara Sabak Timur itu telah melaporkan kasus yang menimpanya pada 2018 ke Polres Tanjabtim.

Terkait hal ini anggota DPRD Tanjabtim Yudi Herianto berharap besar agar dalam kasus ini pihak kepolisian benar-benar jeli pengusutannya. Karena sekalipun perkara sudah dihentikan dengan alasan tak cukup bukti, menurut Yudi kasus RS masih menyimpan sejumlah misteri dan tanda tanya.

“Besar harapan ya harus terungkap jelas kasus yang lama, beritanya juga viral sebelumnya dan kasus-kasus baru agar segera terungkap,” katanya Minggu, 22 Oktober 2023.

Menurut anggota DPRD Tanjabtim dari Fraksi Nasdem itu, tentu sangat berdosa jika membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa ada kepastian hukum yang betul-betul jelas. Dia pun berharap besar agar kasus-kasus semacam ini segera terungkap.

Sementara itu Kanit Unit PPA Satreskrim Polres Tanjabtim saat dikonfirmasi mengatakan laporan almarhum korban RS dihentikan dengan alasan sampel ayah dan korban yang diterima tidak identik, dan justru identik dengan suaminya.

“Kami ambil sampelnya yang diduga bapaknya serta ambil sampel anaknya dan satu bulan kemudian keluar hasil labolatorium tidak identik dan malah identik sama suaminya langsung makanya Polres menghentikan perkara tersebut,” katanya.

Namun menurut Yudi, RS yang telah melaporkan ayah kandungnya ke Polres dengan pasal perkosaan. Saat itu belum menikah, RS juga ramai disebut sering mendapat fitnah tidak waras dari ayahnya. Namun hasil pengecekan medis membuktikan sebaliknya, tak ada masalah dengan kejiwaan RS.

Sayangnya tidak lama setelah laporan dihentikan pengusutannya oleh Polisi, korban meninggal dunia dan kasus tersebut tidak pernah lagi terungkap dengan jelas.

Berkaca dari jalan berliku kasus dugaan pencabulan tersebut, Yudi berharap agar Polres Tanjabtim dapat memproses hukum dengan seterang-terangnya semua kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi di Tanjabtim.

Reporter: Juan Ambarita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *