Jakarta — Pemerintah memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemenuhan MBG di wilayah tersebut ditargetkan selesai dalam satu bulan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah saat ini melakukan refocusing program MBG dengan memberikan perhatian lebih besar kepada wilayah yang sangat membutuhkan, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku.

“Alhamdulillah sekarang dipimpin yang baru, anak muda, Mas Dar (Sudaryono), yang terbuka, cerdas, ya. Kita minta waktu dua bulan, refocusing,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

“Kita akan menyelesaikan 3T: NTT, Papua, Maluku, yang sangat memerlukan. Itu kita akan selesaikan dalam satu bulan ini,” lanjutnya.

Penerima MBG 11 Juta Orang Ditargetkan Rampung 1-2 Bulan

Selain wilayah 3T, pemerintah juga menargetkan penyelesaian penerima manfaat MBG dari kelompok ibu, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Jumlah penerima manfaat dari kelompok tersebut mencapai 11 juta orang. Zulhas mengatakan pemenuhannya ditargetkan selesai dalam satu hingga dua bulan.

Pemerintah juga menargetkan penyelesaian pembangunan dan penambahan 13 ribu titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam dua bulan.

“Yang perlu agak waktu panjang mungkin memakan waktu 2 bulan adalah menyelesaikan ada 13.000 titik baru, ya, tambahan di luar Jawa, dan menyelesaikan ada 7 sampai 8 ribu SPPG yang belum menyelesaikan SLHS-nya. Ini kita minta waktu dua bulan,” ungkap Zulhas.

Dengan tambahan titik SPPG tersebut, pemerintah menargetkan jangkauan layanan MBG semakin luas, terutama di wilayah yang masih membutuhkan penguatan layanan.