JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mengklaim manfaat ekonomi dari hilirisasi nikel di daerah tersebut dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial dan pelayanan publik.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, mengatakan dana bagi hasil yang diterima pemerintah daerah dimanfaatkan untuk memperluas program kesejahteraan masyarakat, mulai dari bantuan bagi ibu hamil, pendidikan gratis, layanan kesehatan, hingga penyediaan rumah layak huni.

“Dana bagi hasil itu saya kembalikan ke masyarakat,” ujar Ikram dalam acara Prime News CNN Indonesia TV, Selasa (9/6).

Ibu Hamil dan Menyusui Dapat Insentif

Salah satu program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah adalah pemberian insentif kepada ibu hamil dan ibu menyusui.

Menurut Ikram, setiap ibu yang terdata hamil melalui pemeriksaan di posyandu berhak menerima bantuan sebesar Rp1 juta per bulan selama masa kehamilan hingga masa menyusui.

“Jadi ibu hamil, begitu terdeteksi dia diperiksa di posyandu, dia hamil. Setiap bulan mendapatkan insentif 1 juta sampai menyusui, selama 15 bulan. Jadi 9 bulan hamil dan 6 bulan menyusui,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan kepada orang tua tunggal dan kelompok lanjut usia (lansia).

Ikram menyebut orang tua tunggal, termasuk ibu yang suaminya masih hidup tetapi tidak lagi produktif bekerja, menerima bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan. Bantuan dengan nominal yang sama juga diberikan kepada warga lanjut usia.

Pendidikan Gratis dari PAUD hingga S3

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menjalankan program pendidikan gratis bagi masyarakat mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga program doktoral (S3).