Penulis: Rijal Bahri Lumban Gaol
9 Februari 1950-9 Februari 2026 menjadi peziarahan panjang GMKI dalam mengiringi perjalanan bangsa untuk memenuhi panggilan kenabian gerakan kristen dan panggilan bumi pertiwi. 76 tahun GMKI menjadi sebuah gerakan yang seharusnya memikul suara moral, penjaga nurani publik, dan penggerak diakar rumput.
Namun, GMKI harus diperhadapkan dengan berbagai catatan kelam, gejolak internal, intervensi kepentingan, dan dinamika organisasi yang kerap kali menimbulkan perseteruan dan pada berujung pada konflik berkepanjangan.
Perjalanan GMKI hari ini sejatinya tidak menjadikan konflik di atas sebagai cerminan kedepan, melainkan hanya angin lewat yang tiada guna. Saat ini, setidaknya terdapat tiga persoalan mendasar yang semakin nyata di tubuh GMKI: Kemerosotan Gerakan Di Akar Rumput, Pragmatisme, dan Kekuasaan Yang Membungkam
Kemerosotan Gerakan di Akar Rumput
Realitas di cabang-cabang se-tanah air menunjukkan gejala mengkhawatirkan dan berujung pada hilangnya arah gerakan dan semakin pasif terhadap isu di daerah, daya kritis melemah, watak olah-mengolah, dan pendidikan kader yang pasif tanpa kejelasan. Bukti konkret yang dapat disaksikan hari ini adalah dengan minimnya cabang yang menerapkan sistem pendidikan kader GMKI PDSPK 2006 yang sudah jadul itu. 26 tahun sudah PDSPK, namun hingga kini tidak ada transformasi pendidikan kader yang bisa dicetuskan oleh PP GMKI yang harusnya menjadi inisiator penggerak.



