25 Tahun Berkonflik dengan PT FPIL, Warga Kini Memohon Kepada Presiden dan Kapolda Jambi

Jambi – Hingga malam ini, Sabtu 8 Juli 2023 puluhan warga Teluk Raya, Kumpeh Ulu, Muarojambi masih terus berjuang menuntut keadilan atas 5 orang warga Teluk Raya yang ditangkap Polisi dengan tuduhan pencurian buah sawit milik PT FPIL.

Warga melakukan aksi demonstrasi dengan melakukan pemblokiran di depan pintu gerbang PT FPIL, tercatat aksi ini sudah dilakukan oleh warga, siang dan malam beberapa hari belakagan.

Salah seorang warga bernama Nila Wati kepada awak media bahkan sampai memohon kepada Presiden Joko Widodo. Agar ke 5 warga Teluk Raya yang ditangkap Polisi pada 3 Juli lalu yakni Sudirman, Ari, Arpan Mamat dan Kliwon segera dibebaskan dari segala tuduhan.

“Saya mohon kepada bapak Presiden untuk membantu kami untuk membebaskan 5 warga kami yang ditahan karena dituduh oleh pihak PT FPIL bahwasanya mereka maling. Tapi mereka bukan maling pak presiden, mereka dituduh tanpa bukti kemudian mereka dipenjara,” kata Nila Wati, memohon penuh harap, Sabtu 8 Juli 2023 malam.

Wati pun menegaskan, sebelum ke 5 warga rekan sekampungnya itu tak dibebaskan. Maka selama itu juga mereka akan terus berdemonstrasi.

“Kami berjuang sebelum mereka lepas kami tidak akan meninggalkan tempat ini. Tolong kami pak Presiden,” ujarnya.
Setelah memohon kepada Presiden, Nila Wati juga memohon kemurahan hati Kapolda Jambi. Karena menurutnya kawan-kawannya telah diproses hukum tanpa disertai bukti yang cukup.

“Kami juga mohon kepada bapak Kapolda. Mohon bukakan pintu hati baiknya, lepaskan kawan-kawan kami yang ditahan tanpa bukti,” katanya.

Menurutnya, para warga sudah teramat lelah untuk meminta bantuan kepada pihak Pemerintah di Provinsi Jambi. Sebab sudah terlalu lama konflik lahan antara warga dengan PT FPIL, namun tak ada penyelesaian atau keberpihakan pemerintah daerah terhadap warga.

Sampai kini, siang maupun malam para warga silih berganti melakukan aksi pendudukan di sejumlah tempat terutama di depan pintu masuk, gerbang PT FPIL.

“Kami tak akan bubar sebelum kawan kami 5 orang itu dilepaskan tolong pak Presiden. Mohon pak Kapolda.”¬†ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *