Pemerintah dapat menindaklanjuti program melalui sejumlah langkah, seperti memperbarui basis data kendaraan, mengirimkan pengingat sebelum jatuh tempo, memperluas akses pembayaran, dan melakukan evaluasi pascaprogram.

Selain itu, pemilik kendaraan yang kembali aktif membayar pajak dapat dipantau untuk mengetahui apakah mereka tetap memenuhi kewajiban pada periode berikutnya. Langkah ini dapat membantu pemerintah menilai apakah program relaksasi menghasilkan peningkatan kepatuhan yang berkelanjutan.

Data Kecelakaan Perlu Diverifikasi

Catatan rapat juga memuat angka 54 korban terdampak kecelakaan dan sekitar 100–105 kejadian. Namun, data tersebut masih perlu dipastikan sumber, periode, dan definisinya sebelum digunakan sebagai dasar kebijakan.

Informasi mengenai kecelakaan lalu lintas perlu dianalisis secara terpisah bersama instansi yang berwenang. Kejelasan data penting untuk memastikan angka korban dan jumlah kejadian tidak disalahartikan atau dikaitkan dengan program pemutihan tanpa dasar yang memadai.

Dengan periode program yang berakhir pada 29 Desember 2026, pemerintah daerah dan Samsat diharapkan menjaga kualitas pelayanan serta penyampaian informasi hingga batas waktu tersebut.

Pada akhirnya, tujuan program bukan hanya meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor, tetapi juga membangun kepatuhan pembayaran rutin dan menghasilkan basis data kendaraan yang lebih akurat.