Jakarta — PDI Perjuangan (PDIP) merespons pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI, Kamis (13/8) malam.
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Utut Adianto mengaku tidak mempermasalahkan pertemuan tersebut. Ia memaklumi pertemuan para sekjen partai koalisi sebagai bagian dari dinamika politik.
“Kalau saya melihat orang bertemu itu bagian dari part of the game kan, wajar-wajar. Mereka bersatu, mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan,” ujar Utut usai pelaksanaan Sidang Tahunan MPR di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Meski demikian, Utut menegaskan PDIP tetap akan mengambil sikap proporsional terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, PDIP dapat memberikan dukungan sekaligus kritik ketika terdapat kebijakan yang dinilai tidak tepat.
“Kalau kita kan memang mendukung, tetapi kalau ada yang dirasakan nggak pas, kita memberikan kritikan. Tetapi tidak menghajar ya, memberikan kritikan,” kata dia.
PDIP Tegaskan Tetap di Luar Pemerintahan
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga tidak mempermasalahkan ketidakhadiran partainya dalam pertemuan para sekjen partai koalisi pemerintah.
Menurut Djarot, PDIP sejak awal telah menegaskan sikap untuk berada di luar pemerintahan.
“Dan PDIP Perjuangan itu tetap meskipun berada di luar pemerintahan mengkritisi kebijakan-kebijakan terutama dari sisi aplikasi kebijakan pemerintahan saat ini, dengan mendengarkan suara dari rakyat,” katanya.
Sikap tersebut membuat PDIP tetap mengambil posisi sebagai pihak di luar pemerintahan, termasuk dalam menyikapi berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.

