JAKARTA – Nama Héctor Rusthenford Guerrero Flores alias Nino Guerrero kembali menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan tewas dalam operasi gabungan aparat Venezuela dan Amerika Serikat pada Juni 2026.

Guerrero dikenal sebagai pemimpin utama Tren de Aragua, organisasi kriminal transnasional yang berkembang dari kelompok penjara menjadi salah satu jaringan kejahatan terbesar di Amerika Latin. Kematian Nino Guerrero dikonfirmasi oleh pemerintah Venezuela dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Operasi tersebut berlangsung di wilayah Bolívar, Venezuela.

Awal Kehidupan dan Masuk Dunia Kriminal

Nino Guerrero memiliki nama lengkap Héctor Rusthenford Guerrero Flores. Ia lahir pada 2 Desember 1983 di Maracay, negara bagian Aragua, Venezuela.

Perjalanan kriminalnya dimulai sejak usia muda. Sekitar awal tahun 2000-an, Guerrero terlibat dalam berbagai aktivitas kriminal, mulai dari perdagangan narkoba skala kecil hingga aksi kekerasan terhadap aparat keamanan. Dalam catatan otoritas Venezuela, namanya mulai menjadi perhatian setelah terlibat dalam pembunuhan seorang anggota kepolisian di Aragua.

Bolak-Balik Masuk Penjara

Pada 2010, Guerrero ditangkap atas sejumlah kasus kriminal, termasuk pencurian, perdagangan narkoba, dan pembunuhan. Ia kemudian menjalani hukuman di Penjara Tocorón, salah satu penjara paling terkenal di Venezuela.

Namun, masa tahanannya tidak berjalan mulus. Guerrero sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap kembali pada 2013. Setelah kembali mendekam di balik jeruji besi, pengaruhnya justru semakin besar.

Dari dalam Penjara Tocorón, Guerrero membangun jaringan kekuasaan yang kuat dan menjadikan fasilitas tersebut sebagai basis operasional kelompoknya. Berbagai laporan menyebut penjara itu berada di bawah kendali penuh organisasi yang dipimpinnya.

Membesarkan Tren de Aragua

Di bawah kepemimpinan Nino Guerrero, Tren de Aragua berkembang pesat dari kelompok kriminal lokal menjadi organisasi lintas negara.

Kelompok ini diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal, mulai dari pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, hingga penambangan ilegal. Operasi mereka meluas ke sejumlah negara di Amerika Latin dan menjadi perhatian aparat penegak hukum internasional.

Pengaruh Tren de Aragua semakin besar hingga memiliki ribuan anggota dan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Venezuela. Organisasi tersebut kemudian ditetapkan Amerika Serikat sebagai organisasi teroris asing karena aktivitas kriminal lintas negara yang mereka lakukan.

Kabur Saat Penggerebekan Besar

Pada September 2023, pemerintah Venezuela mengerahkan sekitar 11.000 personel keamanan untuk mengambil alih Penjara Tocorón yang selama bertahun-tahun menjadi markas Tren de Aragua.

Meski operasi berlangsung besar-besaran, Nino Guerrero berhasil lolos dari penangkapan. Sejak saat itu, keberadaannya menjadi misteri dan masuk daftar buronan internasional. Pemerintah Amerika Serikat bahkan menawarkan hadiah jutaan dolar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Tewas dalam Operasi Gabungan

Pada Juni 2026, Nino Guerrero dilaporkan tewas dalam operasi gabungan antara aparat Venezuela dan Amerika Serikat di negara bagian Bolívar.

Pemerintah Venezuela menyebut Guerrero tewas setelah terjadi bentrokan dengan anggota kelompok kriminal yang dipimpinnya. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan Tren de Aragua yang selama ini dianggap sebagai salah satu organisasi kriminal paling berbahaya di kawasan Amerika Latin.

Kematian Nino Guerrero menandai berakhirnya perjalanan salah satu tokoh kriminal paling berpengaruh di Venezuela yang selama lebih dari satu dekade membangun dan memperluas jaringan Tren de Aragua ke berbagai negara.