Soroti Rendahnya Realisasi Pajak Alat Berat
Selain realisasi belanja, Ivan juga menyoroti penerimaan Pajak Alat Berat yang hingga akhir Juni 2026 baru mencapai 6,86 persen.
Ia menilai pemerintah perlu memperkuat pendataan, pengawasan, serta penagihan terhadap wajib pajak, khususnya pada sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, dan proyek-proyek berskala besar.
“Jambi memiliki aktivitas ekonomi yang cukup besar di sektor sumber daya alam. Potensi penerimaan daerah jangan sampai hilang hanya karena pendataan yang belum akurat dan pengawasan yang lemah,” ujarnya.
Ivan berharap sisa waktu pelaksanaan APBD 2026 dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui langkah-langkah percepatan yang terukur tanpa mengabaikan kualitas pembangunan.
Ia juga meminta setiap OPD memiliki target yang jelas, mempercepat proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan, serta menyampaikan laporan perkembangan secara berkala.
“Setiap OPD harus memiliki target yang jelas, mempercepat proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan, serta melaporkan perkembangan secara berkala. Lima bulan ke depan harus menjadi masa pembuktian bahwa APBD benar-benar hadir untuk kepentingan rakyat, bukan hanya tercatat sebagai angka dalam dokumen anggaran,” pungkasnya.

