Ia menambahkan, AHY turut mengingatkan agar tidak memecah belah bangsa, tidak mendiskreditkan pihak lain seolah-olah semua kebijakan salah, serta tetap membuka ruang evaluasi terhadap aspirasi masyarakat.

“Sulit mencari kalimat yang lebih moderat dan lebih menyejukkan dari pada itu, ya kan?” kata Yan.

Demokrat Pertanyakan Penafsiran Deddy Sitorus

Yan menilai yang perlu dipertanyakan bukan isi pernyataan AHY, melainkan cara memahami pesan yang disampaikan.

Ia mengaku heran karena ajakan untuk menjaga persatuan dan membangun kritik yang konstruktif justru dianggap sebagai bentuk hasutan.

“Maka yang perlu dipertanyakan adalah cara memahami pernyataan tersebut, bukan isi pernyataannya,” ujarnya.

Sebelumnya, AHY merespons sikap PDIP yang dinilai berada di posisi abu-abu. Ia mengatakan partai yang memilih berada di luar pemerintahan tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik, namun harus dilakukan secara konstruktif.

“Ketika jadi oposisi, tentu punya kepentingan memberikan pandangan-pandangan, bahkan kritik, tapi ya tentunya harus konstruktif, harus juga dengan solusi, tidak boleh kemudian memecah belah bangsa, tidak boleh juga mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah,” kata AHY beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Deddy Sitorus menyinggung bahwa PDIP sejak 2025 kerap dituding sebagai dalang di balik berbagai aksi demonstrasi.

Ia menyebut tudingan tersebut tidak pernah terbukti karena tidak ada kader maupun pihak yang berkaitan dengan PDIP yang diproses hukum atas kericuhan demonstrasi.