Sementara itu, Kepala BPJN Jambi Dedy Hariadi memaparkan sejumlah data teknis terkait rencana penanganan ruas jalan nasional tersebut. Untuk segmen Batas Kota Jambi–Simpang Rimbo, lebar jalan eksisting saat ini sekitar 7 meter dengan panjang penanganan mencapai 2,26 kilometer.
Kemudian pada segmen lainnya dengan kondisi lebar jalan serupa direncanakan penanganan sepanjang 7,80 kilometer. Sedangkan ruas Batas Kota Jambi menuju Simpang Tiga Mendalo Darat memiliki panjang sekitar 0,30 kilometer.
Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi turut menyoroti tingginya tingkat kemacetan dan risiko kecelakaan di kawasan Mendalo Darat. Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Edi Benny Cahyono menyebut sejumlah titik saat ini telah menjadi kawasan rawan kepadatan kendaraan.
Menurutnya, kemacetan paling parah kerap terjadi di kawasan gerbang Universitas Jambi (UNJA) dan UIN STS Jambi, terutama saat jam masuk kuliah, kegiatan wisuda, maupun meningkatnya aktivitas mahasiswa.
Selain itu, antrean panjang kendaraan juga sering terjadi di Simpang Sungai Duren akibat perlambatan truk angkutan barang dan kendaraan bertonase besar. Kepadatan arus lalu lintas juga kerap terjadi di kawasan Exit Tol Pijoan ketika volume kendaraan keluar tol meningkat.
Ruas Simpang Mendalo hingga kawasan Stadion Swarnabhumi diketahui berstatus jalan nasional dan menjadi jalur vital penghubung antara Jalan Tol Trans Sumatera dengan pusat aktivitas pendidikan, ekonomi, serta distribusi barang di wilayah Muaro Jambi.
Pelebaran jalan tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah penyangga Kota Jambi.
