“Kurash memang belum lama berkembang di sini, tapi prestasinya sudah berbicara. Tinggal bagaimana kita memasyarakatkannya lebih luas dan membumikan semangatnya di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ferkushi Provinsi Jambi, Johari, dalam arahannya memberikan dorongan keras agar Kurash Muaro Jambi tidak berjalan di tempat. Ia menekankan pentingnya kerja nyata dan konsistensi pembinaan.

“Kurash harus tumbuh, bukan hanya dikenal. Muaro Jambi punya potensi besar. Jika dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin menjadi barometer Kurash di Provinsi Jambi,” ujar Johari dengan nada tegas.

Kegiatan ini menjadi penegas bahwa silaturahmi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan fondasi untuk membangun kekuatan kolektif. Di tengah tantangan pembinaan olahraga daerah, Ferkushi Muaro Jambi menunjukkan bahwa kebersamaan adalah senjata utama untuk menembus batas.

Sebagai informasi, Kurash merupakan olahraga bela diri gulat tradisional yang berasal dari Uzbekistan, Asia Tengah, dengan sejarah lebih dari 3.500 tahun. Olahraga ini menitikberatkan pada teknik bantingan menggunakan pakaian khusus, dengan tujuan menjatuhkan lawan hingga punggung menyentuh matras dalam posisi berdiri sebuah perpaduan antara kekuatan, teknik, dan kehormatan.