Cara mencegah cedera saat berlatih maraton

Cedera saat mengikuti maraton sebenarnya dapat dicegah jika pelari mempersiapkan tubuh dengan baik. Mengutip UCLA Health Sports Medicine, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera.

1. Tingkatkan jarak lari secara bertahap
Salah satu kesalahan umum pelari adalah menambah jarak tempuh terlalu cepat. Idealnya, jarak lari mingguan tidak meningkat lebih dari sekitar 10 persen agar tubuh memiliki waktu beradaptasi.

2. Lakukan pemanasan dan pendinginan
Pemanasan selama lima hingga sepuluh menit sebelum berlari dapat membantu meningkatkan detak jantung dan mempersiapkan otot. Setelah berlari, lakukan pendinginan dengan berjalan santai serta peregangan.

3. Sisipkan hari istirahat
Hari istirahat sangat penting untuk mencegah cedera dan kelelahan. Tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan otot setelah latihan.

4. Lakukan latihan kekuatan
Latihan kekuatan, terutama pada otot inti dan kaki, dapat membantu tubuh menyerap tekanan saat berlari. Latihan ini idealnya dilakukan dua kali dalam seminggu.

5. Gunakan sepatu yang tepat
Sepatu lari yang sudah terlalu lama digunakan dapat meningkatkan risiko cedera. Umumnya sepatu perlu diganti setelah menempuh jarak sekitar 300–500 mil atau sekitar 480–800 kilometer.

6. Dengarkan sinyal dari tubuh
Rasa pegal ringan setelah berlari biasanya masih normal. Namun jika rasa sakit semakin memburuk, disertai bengkak atau membuat Anda pincang, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

Mengikuti maraton bukan hanya soal daya tahan, tetapi juga kesiapan tubuh secara menyeluruh. Latihan yang terencana, kekuatan otot yang cukup, serta waktu pemulihan yang baik dapat membantu mengurangi risiko cedera saat berlari jarak jauh.