Perlu Waspada, Namun Tidak Panik
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa Sesar Cisadane merupakan sesar tua yang terbentuk sekitar 5 juta tahun lalu.
“Sesar Cisadane memang ada, dengan arah umum barat laut–tenggara searah Sungai Cisadane,” kata Lana, dikutip Sabtu (7/2).
Menurutnya, keberadaan retakan memanjang di Gunung Panjang yang searah dengan alur Sungai Cisadane menjadi bukti tambahan keberadaan sesar tersebut.
Meski demikian, Lana menegaskan bahwa sesar ini belum tentu aktif. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lintasan sesar.
“Dengan adanya deretan rawa alami searah dengan retakan di Gunung Panjang, dan retakan tersebut memotong batuan Kuarter, keberadaan sesar tersebut perlu diwaspadai,” ujarnya.
Lana menekankan masyarakat tidak perlu panik. Warga diminta tetap tenang serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari BPBD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab terkait gempa bumi maupun tsunami.
“Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa untuk menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi,” kata Lana.



