Ia menambahkan, Kasus dugaan pemerkosaan ini harus diungkap lebih transparan, baik yang hadir di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ataupun melakukan pembiaran korban diperkosa, tentunya harus dipanggil dan diperiksa siapa saja pelakunya.
Kemudian terkait kasus TPPO, anak yang di perjual belikan harga dirinya ke batam dan sejauh ini sudah ada 2 tersangka namun ada 2 tersangka lainnya yang belum di ungkapkan yang dibatam dan Jambi.
“Tentu kami rasa belum semua para pelaku di tersangka. Kami hadir di Mapolda ini untuk mempertanyakan integritas dan kinerja dari kepolisian, Indikasinya, kami menduga kasus ini,ada kongkalikong, mungkin saja itu orang besar kan,”tuturnya.
Ia juga menyesalkan, aksi demo Didepan Polda Jambi dalam keprihatinan terhadap korban pemerkosaan, Kapolda Jambi dan Ditreskrimum tidak ada menemui para massa aksi demo demi menjelaskan sejauh mana kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan sejumlah oknum polisi.
“Sampai saat ini belum ada yang mampu menghadap dan menemui kita untuk menjawab pertanyaan pertanyaan,”ujarnya.

Begitu juga Risma Pasaribu, Dalam kesempatan nya, menurut nya marwah Kepolisian Jambi dipertaruhkan, kasus ini adalah tamparan keras buat institusi kepolisan. Belum selesai berbicara TPPO, perdagangan orang, kini terdengar kasus dugaan oknum polisi melakukan pemerkosaan anak perempuan berusia 18 tahun yang bercita cita jadi polisi wanita.



