Penulis: Rijal Bahri Lumban Gaol

Provinsi Jambi tanah pertiwi yang dikenal sebagai Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah menjadi wilayah yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam melimpah serta warisan budaya melayu yang sangat kental dan senantiasa menjadi kebanggaan. Kekayaan ini semata-mata tidak lahir begitu saja, melainkan berkat adanya kesadaran kolektif untuk saling menjaga serta peduli demi keberlanjutan hidup generasi penerus bangsa.

Kehadiran globalisasi yang ditandai dengan munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak terbatas memungkinkan apapun dapat hilang sekejap jika tidak dirawat dan dikelola sebaik mungkin. Kekayaan alam Jambi (minyak, batubara, emas, dan sumber daya alam lainnya) akan berpotensi menjadi petaka apabila dikelola secara serampangan dan jauh dari prinsip keadilan ekologis serta kesejahteraan rakyat.

Fakta di lapangan yang menjadi problematika di Provinsi Jambi saat ini sangat membutuhkan perhatian dan solusi terbaik guna mengurangi berbagai ketimpangan mulai dari pengelolaan sumber daya alam yang berantakan dan masih banyaknya masyarakat yang tinggal digaris kemiskinan ekstrem. Menurut Badan Pusat Statistika Provinsi Jambi, tingkat kemiskinan per-Januari 2026 menyentuh angka 270.000 ribu jiwa dari jumlah penduduk Jambi keseluruhan 3.7 Juta jiwa. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin kegagalan tata kelola pembangunan yang belum berpihak pada rakyat jelata.

Oleh karena itu, problematika yang terjadi saat ini tidak akan selesai dengan sendirinya, namun perlu adanya upaya dan respon yang tidak hanya datang dari pemerintah, namun sosok anak muda sosok masa depan bangsa yang harus menjadi garda terdepan dalam memerangi berbagai persoalan yang terjadi di Provinsi Jambi.

Mengapa Kemiskinan Menggerogoti Masyarakat Jambi?

Secara umum, kemiskinan disuatu daerah dapat disebabkan oleh rendahnya angka masyarakat yang berpendidikan, minimnya penghasilan tiap-tiap rumah tangga, kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran, kerusakan alam akibat aktivitas pertambangan yang tidak ramah lingkungan, rendahnya peluang untuk memperoleh kesehatan, dan faktor tata kelola yang tumpang tindih yang pada akhirnya menyebabkan kesenjangan dan ketimpangan sosial yang sangat berdampak serius bagi masyarakat yang menempati suatu daerah yakni Provinsi Jambi itu sendiri.

Eksploitasi sumber daya alam yang masif tanpa kontrol yang tegas telah menciptakan ironi, karena sejatinya Jambi adalah negeri kaya dalam segi alam tetapi miskin secara kesejahteraan. Ketimpangan ini melahirkan jurang sosial yang kian menganga antara korporasi yang menikmati hasil pembangunan dan masyarakat yang berada di akar rumput yang justru menanggung beban dan dampak beratnya.

Berikut beberapa persoalan, langkah, dan upaya yang dapat dilakukan guna mengurangi serta menciptakan gerakan pembaharu untuk mencapai kemajuan masyarakat Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Potret Buram Provinsi Jambi Saat Ini

Persoalan demi persoalan datang silih berganti di tanah Jambi yang sudah menginjak usia 69 tahun di 2026. Bagaimana tidak sebuah ikon warisan dunia yang harusnya menjadi kebanggaan masyarakat Jambi harus ternodai karena adanya aktivitas pengerukan tambang batu bara di kawasan cagar budaya Candi Muaro Jambi?. Bagaimana alam tidak menangis melihat kawasan hutan yang telah dialihfungsikan 75% hutan asli menjadi lahan perkebunan sawit?. Dan betapa malunya kita menyaksikan setiap hari akan pencemaran Sungai Batang Hari akibat aktivitas penambang yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan?. Perlu diingat bahwa Sungai Batanghari adalah nadi kehidupan masyarakat Jambi yang terabaikan.

Tidak hanya itu, dalam segi birokrasi pemerintahan pun terjadi demikian. Kepercayaan masyarakat hari demi hari pun semakin memudar kepada pemerintah karena hanya menggunakan masa kampanye sebagai ajang mencari simpatisan dan suara rakyat dan seketika lupa akan janji yang dilontarkan. Mari melirik sedikit demi sedikit ke tepian kota yakni kabupaten yang masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan perkotaan Kota Jambi. Infrastruktur jalan yang tidak layak untuk dilalui di berbagai kabupaten pinggiran Kota.

Selanjutnya, dugaan korupsi di tubuh pemerintahan yang semakin hari semakin tercium yang pada akhirnya menimbulkan kekhawatiran di masyarakat banyak. Proyek Islamic Centre dan Proyek Stadion Swarna Bhumi yang sempat panas diperbincangkan dan pada akhirnya seketika diam dan tidak berhujung dan masih banyak lagi berbagai persoalan yang terjadi dan peran pemuda Jambi menjadi harapan untuk menjadi garda terdepan dalam mengentaskan dan memutus rantai berbagai persoalan.

Investasi Apa Yang Dapat Dilakukan Pemuda Jambi Hari Ini?

Berbicara investasi bagi anak muda semata-mata tidak hanya mencari dan menyimpan finansial semata. Investasi pemuda yang dimaksud bukan hanya soal uang, melainkan soal investasi jangka panjang yakni inovasi, ide, gagasan, dan pemikiran yang menghasilkan sebuah kebijakan. Bagaimana inovasi dan gagasan dapat tercipta?

A. Investasi Pengetahuan
Pengetahuan adalah fondasi perubahan. Pengetahuan sendiri akan lahir dari adanya pemikiran yang dibina khususnya didunia pendidikan. Nyatanya, Provinsi Jambi tergolong ke dalam provinsi dengan jumlah sarjana yang cukup baik di Indonesia. Menurut data BPS Provinsi Jambi per-Januari 2025, jumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi menyentuh angka 67, 625 ribu mahasiswa yang pernah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Namun, dampaknya tidak begitu terasa dimasyarakat luas.

Melanjutkan pendidikan pada dasarnya tidak hanya ajang mencari gelar, melainkan sebagai langkah dalam meningkatkan kapasitas diri, melakukan riset mendalam lewat berbagai persoalan, membangun integritas diri, dan mempersiapkan diri menjadi seorang pemikir yang dapat memberi kontribusi positif bagi daerah. Inilah yang saat ini menjadi tugas utama pemuda Jambi yang harus sesegera mungkin untuk ditindaklanjuti. Sejatinya, masa depan Jambi sangat ditentukan oleh peran aktif dari pemudanya hari ini.

B. Investasi Gagasan dan Kebijakan
Pemuda hari ini dalam menyuarakan keresahan tidak harus melalui unjuk rasa di depan gedung pemerintahan dan merusak fasilitas negara. Pemuda Jambi dapat melakukan perlawanan intelektual melalui ide, riset, dan gagasan kebijakan solutif yang dapat diimplementasikan. Pemuda Jambi harus menjadi pengawas kekuasaan, selalu kritis terhadap kebijakan yang timpang, dan selalu berpihak serta bersemayam pada rakyat Jambi.

Karena pada hakekatnya, ketika seorang pemuda mau berinvestasi pada dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya, maka Jambi akan mengalami perubahan besar dan perubahan positif di masa depan.

C. Investasi Moral
Tindak kejahatan korupsi, kolusi, nepotisme, dan perusakan lingkungan di Jambi tidak akan hilang bila tidak dilakukan suatu bentuk upaya pencegahan dan pemutusan rantai-rantai kejahatan. Kehadiran investasi moral menjadi langkah konkret yang dapat mengurangi ketimpangan dan menciptakan kondisi hidup yang lebih tertata dan sejahtera. Investasi moral sendiri berisi tentang bagaimana pemuda/i dibekali sejak dini akan nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan nilai integritas sebagai upaya dalam mempersiapkan pemuda/i yang jujur dan terpakai di masa depan.

Karena sejatinya, nilai semacam investari moral atau karakter dapat diimplementasikan melalui proses hidup yang disadari, dilatih, dan dievalusi secara terus menerus guna menggapai harapan yang dicita-citakan.

Sesungguhnya pemuda hari ini yang terpanggil berinvestasi pada dirinya sendiri menjadi bukti bahwa ia sedang mempersiapkan masa depan Jambi yang gemilang. Transformasi Jambi tidak akan lahir dari slogan kosong, melainkan lahir dari rahim keberanian pemuda yang rindu akan kesejahteraan. Jika pemuda Jambi memilih diam, maka ketimpangan akan selalu terwariskan. Namun, jika pemuda Jambi berani bergerak, berpikir, dan bertindak, maka Jambi bukan hanya negeri yang sejahtera tetapi akan menjadi negeri yang disegani dunia.