Berikut beberapa persoalan, langkah, dan upaya yang dapat dilakukan guna mengurangi serta menciptakan gerakan pembaharu untuk mencapai kemajuan masyarakat Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Potret Buram Provinsi Jambi Saat Ini

Persoalan demi persoalan datang silih berganti di tanah Jambi yang sudah menginjak usia 69 tahun di 2026. Bagaimana tidak sebuah ikon warisan dunia yang harusnya menjadi kebanggaan masyarakat Jambi harus ternodai karena adanya aktivitas pengerukan tambang batu bara di kawasan cagar budaya Candi Muaro Jambi?. Bagaimana alam tidak menangis melihat kawasan hutan yang telah dialihfungsikan 75% hutan asli menjadi lahan perkebunan sawit?. Dan betapa malunya kita menyaksikan setiap hari akan pencemaran Sungai Batang Hari akibat aktivitas penambang yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan?. Perlu diingat bahwa Sungai Batanghari adalah nadi kehidupan masyarakat Jambi yang terabaikan.

Tidak hanya itu, dalam segi birokrasi pemerintahan pun terjadi demikian. Kepercayaan masyarakat hari demi hari pun semakin memudar kepada pemerintah karena hanya menggunakan masa kampanye sebagai ajang mencari simpatisan dan suara rakyat dan seketika lupa akan janji yang dilontarkan. Mari melirik sedikit demi sedikit ke tepian kota yakni kabupaten yang masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan perkotaan Kota Jambi. Infrastruktur jalan yang tidak layak untuk dilalui di berbagai kabupaten pinggiran Kota.