Jakarta – Kepala pemandu bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, tidak merasa khawatir dengan hasil minor yang diraih Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi China dalam laga uji coba pekan ini.
Skuad Garuda Muda menelan kekalahan 0-7 dan 2-3 pada dua pertandingan yang digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Meski hasilnya kurang memuaskan, Simon menilai kekalahan tersebut belum mencerminkan kekuatan sesungguhnya tim karena proses pembentukan masih berjalan.
“Pertandingan pertama tidak bagus. Yang kedua saya senang. Apa yang Coach Nova [Arianto] sampaikan untuk mereka [pemain], itu pemain bisa jalankan. Tidak usah khawatir, nanti bisa bagus,” ujar Simon.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas lawan menjadi salah satu faktor penting dalam hasil tersebut.
“Ya Anda jangan lupa, Cina punya kesebelasan paling bagus. Mereka bisa kontrol [permainan]. Dan apa yang Coach Nova sampaikan kepada mereka, semua terjadi. Hasilnya bagus, kan. Sekarang memang harus dikejar terus,” terangnya saat menanggapi kekalahan telak di laga pertama.
Masih Ada Waktu Menuju Piala Asia U-17 2026
Menurut Simon, para pemain saat ini masih dalam tahap awal pembentukan. Ia menyebut pelatih kepala Nova Arianto masih memiliki waktu sekitar lima hingga enam bulan untuk mempersiapkan tim sebelum tampil di AFC U-17 Asian Cup pada Mei 2026.
“Mereka itu masih muda. Coach Nova masih bisa kejar [menyiapkan] mereka setengah tahun, lima bulan. Masih ada waktu. Orang-orang yang terlalu repot. Itu pemain yang masih baru. Baru diseleksi juga. Jadi, saya tidak khawatir. Saya tahu semuanya akan jadi bagus,” kata Simon.
Ia menambahkan, talenta-talenta muda tersebut masih dapat terus diasah, terutama dalam aspek keberanian menghadapi situasi satu lawan satu.
Buka Peluang Bongkar Pasang Skuad
Mantan pemain Ajax yang memiliki 22 caps bersama timnas Belanda itu juga tidak menutup kemungkinan adanya perubahan komposisi pemain. Pencarian talenta baru tetap dilakukan demi mendapatkan skuad terbaik.
“Masih cari. Kita musti cari yang bagus. Bukan hanya mengambil anak-anak yang cuma umur 16. Kita harus cari anak-anak yang lebih bagus dari anak-anak yang ada saat ini.
“Kita mesti lihat, bagaimana bermain satu lawan satu, bagaimana teknik, bagaimana taktik, bagaimana bermain dengan hati. Mereka orang-orang yang mempresentasikan bangsa Indonesia,” jelas Simon.



