Bagaimana Prosedur Cuci Darah Dilakukan?

Melansir Mayo Clinic, pasien yang akan menjalani hemodialisis perlu melalui tahap persiapan berupa pembuatan akses pembuluh darah. Akses ini berfungsi sebagai jalur keluar-masuk darah selama proses penyaringan.

Beberapa jenis akses yang digunakan meliputi:

  • Arteriovenous (AV) fistula, yaitu sambungan arteri dan vena yang dibuat melalui tindakan bedah dan paling sering digunakan.

  • AV graft, menggunakan selang sintetis untuk menghubungkan arteri dan vena.

  • Kateter vena sentral, biasanya digunakan dalam kondisi darurat atau bersifat sementara.

Hemodialisis umumnya dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 3–5 jam setiap sesi. Selama prosedur berlangsung, pasien biasanya duduk atau berbaring dan dapat melakukan aktivitas ringan seperti membaca atau beristirahat.

Tahapan hemodialisis meliputi:

  • Pemeriksaan awal berupa berat badan, tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh.

  • Pemasangan dua jarum pada akses pembuluh darah yang terhubung ke dializer.

  • Proses penyaringan darah, di mana limbah dan cairan berlebih berpindah ke cairan pembersih (dialisat).

  • Pemantauan tekanan darah dan detak jantung secara berkala.

  • Pelepasan jarum serta pemasangan perban tekan setelah prosedur selesai.

Manfaat Cuci Darah bagi Pasien Gagal Ginjal

Cuci darah memberikan sejumlah manfaat penting bagi pasien gagal ginjal, di antaranya: