Peran Artha Graha Peduli di Aceh Tamiang
Dalam penanganan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Artha Graha Peduli tercatat ambil bagian melalui layanan kesehatan, distribusi bantuan logistik, serta penyaluran paket sembako, terutama bagi warga di wilayah yang belum tersentuh bantuan.
Sejak Kamis (4/12), tim AGP terjun langsung ke lapangan dan terlibat dalam penanganan awal bencana. Kehadiran tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait guna memastikan respons cepat dan terintegrasi.
Tim medis AGP juga membuka layanan di posko kesehatan dengan fokus pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta warga yang mengalami keluhan kesehatan pascabanjir.
Pada saat yang sama, relawan melakukan pengemasan dan distribusi sembako secara langsung ke rumah-rumah warga. Prioritas diberikan kepada desa-desa yang belum menerima bantuan agar penyaluran lebih merata dan tepat sasaran.
Imlek sebagai Ruang Kebangsaan
Refleksi tentang kemanusiaan dan harmoni ini turut diamini Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar. Ia menegaskan bahwa perayaan Imlek kini tidak lagi sekadar tradisi etnis, melainkan bagian dari kekayaan budaya nasional yang terus berkembang.
Mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, perayaan tahun ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan lintas budaya dan agama. Irene menekankan pentingnya membangun relasi antarkelompok melalui perkenalan dan interaksi langsung.
“Cinta tidak akan muncul kalau kita tidak saling kenal. You can never hate a person if you know their life story,” ujarnya.
Irene juga membagikan pengalamannya sebagai penyintas kerusuhan 1998. Trauma masa lalu, menurutnya, justru mendorong dirinya aktif membangun jembatan sosial melalui kegiatan sukarela dan pendidikan lintas komunitas.
Ia menilai keberagaman Indonesia merupakan kekuatan terbesar bangsa yang harus terus dirawat. Di tengah situasi global yang dinilai tidak stabil, Indonesia disebut memiliki peluang menjadi inspirasi dunia dalam praktik toleransi dan solidaritas.
“Kita bukan hanya Bhinneka Tunggal Ika, tapi juga tak kenal maka tak sayang. Jangan biarkan bangsa ini terpecah belah,” tegas Irene.



