Jakarta – Bertambahnya usia sering kali diiringi perubahan dalam kebiasaan sosial. Nongkrong hingga larut malam, menghadiri berbagai acara, atau sekadar berbasa-basi yang dulu terasa menyenangkan, kini mulai berkurang. Apakah kamu merasakan hal yang sama?
Fenomena ini tergolong wajar. Seiring waktu, banyak orang menyadari lingkar pertemanan tidak lagi seluas dulu. Ajakan berkumpul semakin jarang, energi untuk bersosialisasi menurun, bahkan keinginan keluar rumah terasa berbeda.
Perubahan ini bukan semata-mata karena kesibukan, melainkan bagian dari proses alami dalam prioritas hidup, pengalaman, serta kondisi fisik dan mental yang ikut berubah.
Mengutip laporan dari Psychology Today, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi dapat menurun akibat perubahan cara kerja dan konektivitas otak seiring bertambahnya usia. Jaringan saraf yang berkaitan dengan memori dan kesadaran diri cenderung melemah, sementara jaringan yang memicu stres emosional menjadi lebih aktif. Dampaknya, interaksi sosial bisa terasa lebih melelahkan dibandingkan saat masih muda.
Jika di usia 20-an banyak orang menikmati rutinitas berkumpul dan memperluas jaringan pertemanan, memasuki usia 30-an dan seterusnya preferensi sosial kerap berubah. Waktu malam yang dulu identik dengan hangout kini lebih sering digunakan untuk beristirahat di rumah.
Berikut lima alasan mengapa seseorang cenderung makin malas bersosialisasi seiring bertambahnya usia:



