ORASI.ID – Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Noviardi, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Provinsi Jambi terkait penanganan masalah batu bara yang hingga kini belum menemui titik terang. Ia menilai kepemimpinan Gubernur Jambi saat ini gagal mengeksekusi solusi teknis dan justru terjebak dalam pendekatan politik pencitraan yang merugikan masyarakat luas.

​Dalam keterangannya, Noviardi membedah tiga problematika mendasar yang menyandera Provinsi Jambi: ketiadaan jalan khusus, ancaman kerusakan ekologi, dan penurunan produktivitas akibat tata kelola yang buruk. Menurutnya, kegagalan yang paling mencolok adalah mangkraknya proyek jalan khusus meskipun anggaran daerah telah dikucurkan dalam jumlah besar.

Kegagalan Jalan Khusus dan Anggaran 35 Miliar

​Noviardi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah menggelontorkan dana APBD sebesar Rp35 miliar untuk pembukaan jalan tembus di wilayah Batanghari, tepatnya dari daerah Tembesi – Nes. Namun, proyek tersebut dinilai sia-sia karena hingga kini jalan tersebut tidak dapat fungsional bagi angkutan batu bara.

“Meskipun pemerintah sudah menganggarkan 35 miliar jalan yang ditembus di Batanghari—tembus dari daerah Tembesi yang katanya bakal tembus ke Nes—ternyata dana habis dari APBD, jalan kan tidak bisa digunakan,” tegas Noviardi.