Sebagai solusi, Ismet mengusulkan perlunya mengkaji ulang konsep pertambangan rakyat yang lebih tradisional dan ramah lingkungan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah, akademisi, pemuda, ulama, dan masyarakat luas—untuk tidak lagi menutup mata terhadap isu lingkungan ini.
”Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus bergandengan tangan untuk memastikan sungai-sungai kita tetap bersih dan lingkungan kita tetap lestari untuk generasi mendatang,” tutupnya. (*)
Baca Juga:Kembali WKS gusur kebun warga Desa Bukit Bakar, Pemkab, DPRD Tanjung Jabung Barat dimana ?
Halaman



