Tindak Lanjut Mitigasi dan Persiapan
Erma mengimbau agar pemerintah daerah (pemda) dan pihak terkait di NTT segera melakukan mitigasi untuk mengurangi dampak buruk dari potensi badai tropis ini. “Kami menganjurkan agar pemda dan jajaran terkait di NTT melakukan upaya mitigasi dari sekarang,” tambahnya.
BMKG: Siklon 93S Masih Terpantau di Laut Selatan Bali
Berdasarkan analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bibit Siklon Tropis 93S saat ini terdeteksi aktif di sekitar selatan Bali dan NTB. Pada Jumat (12/12) pukul 19.00 WIB, pusat sirkulasi bibit siklon ini berada pada koordinat 12.0°LS 115.8°BT.
BMKG memprediksi bahwa dalam 24 jam ke depan, intensitas bibit siklon ini akan tetap stabil tanpa adanya peningkatan signifikan dalam kecepatan angin. Namun, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas secara perlahan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot. Meskipun peluang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam mendatang masih tergolong rendah, dampak cuaca ekstrem sudah mulai terasa.
Dampak Cuaca Ekstrem
Bibit Siklon Tropis 93S diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca ekstrem di wilayah sekitar, seperti hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Selain itu, angin kencang berpotensi melanda Jawa Timur dan Bali, sedangkan gelombang tinggi antara 1,25 – 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Pulau Sumba, serta Perairan Selat Bali, Lombok, dan Alas bagian selatan.



