2. Reaksi alergi terhadap produk perawatan kuku
Garis putih juga dapat muncul akibat reaksi alergi terhadap bahan kimia tertentu, seperti cat kuku, cairan penghapus kuteks, hardener, atau produk kuku gel dan akrilik. Bahan-bahan tersebut dapat mengiritasi kuku dan jaringan sekitarnya.
Jika penyebabnya adalah alergi, garis putih umumnya akan berkurang setelah penggunaan produk dihentikan. Dalam beberapa kasus, kuku juga dapat menjadi lebih rapuh atau mudah patah.
3. Infeksi jamur
Infeksi jamur, terutama jenis white superficial onychomycosis, dapat menimbulkan bercak atau garis putih di permukaan kuku. Kondisi ini lebih sering menyerang kuku kaki, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada kuku tangan.
Pada tahap awal, infeksi jamur tampak sebagai bintik putih kecil. Jika tidak ditangani, kuku bisa menebal, rapuh, dan mudah mengelupas. Infeksi jamur umumnya memerlukan pengobatan khusus, baik berupa obat oles maupun obat minum.
4. Efek samping obat dan paparan logam berat
Beberapa jenis obat, seperti kemoterapi dan antibiotik tertentu, diketahui dapat memicu munculnya garis putih pada kuku. Selain itu, paparan logam berat juga dapat menyebabkan munculnya garis putih horizontal.
Apabila kondisi ini disertai gejala lain seperti tubuh terasa lemas, mual, atau gangguan saraf, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.



