Mundurnya Rudy: Faktor Internal PDIP dan Nama Pinka Haprani

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, berpendapat bahwa mundurnya Rudy tidak lepas dari buntunya kompromi di internal PDIP dalam menentukan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah yang definitif. Situasi ini terkait dengan kemunculan nama Pinka Haprani, putri Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang disebut-sebut sebagai calon kuat.

“Saya rasa mundurnya FX Rudy ini mungkin disebabkan karena tidak menemukan titik temu dalam pemilihan Ketua DPD. Ini bisa jadi pertanda bahwa tiket PDIP Jawa Tengah mengarah kepada figur lain, bukan kepada FX Rudy,” ungkap Arifki saat dihubungi, Selasa (23/12).

Menurut Arifki, Jawa Tengah sebagai kandang banteng memiliki nilai strategis bagi PDIP, terutama dalam regenerasi partai dan persiapan Pilpres 2029. Hal ini membuat DPP PDIP harus berhitung matang dalam menentukan siapa yang layak menjadi Ketua DPD Jawa Tengah.

Dinamika Kepemimpinan PDIP dan Tantangan untuk Pinka

Agung Baskoro, Direktur Trias Politika Strategis, menilai bahwa dinamika internal PDIP turut mempengaruhi keputusan Rudy untuk mundur. Ia menambahkan bahwa regenerasi di PDIP bisa dimulai dari Jawa Tengah, yang merupakan basis suara strategis bagi partai.

“Jawa Tengah membutuhkan figur yang fresh dan memiliki kekuatan di level pusat untuk memastikan posisinya tetap strategis,” kata Agung. Ia juga memandang bahwa dengan kemunculan Pinka, DPP PDIP akan semakin fokus ke wilayah tersebut, terutama setelah kekalahan PDIP di Pilpres dan Pilkada provinsi setempat.