Luhut Lakukan Penelitian Mandiri untuk Bibit Bawang Putih Unggul

Selain mendorong peran kampus, Luhut juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan riset mandiri untuk mencari varietas baru bawang putih menggunakan metode genome sequencing. Penelitian tersebut dilakukan di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, pada ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut.

“Enggak mahal-mahal. Uang saya sendiri kok, paling kuat berapa. Ada profesor-profesor muda kita yang bisa bantu,” ujar Luhut.

Dia mengklaim bahwa penelitian ini mulai menunjukkan hasil positif, dengan varietas bibit bawang putih yang dihasilkan memiliki produktivitas lebih tinggi.

“Mereka melakukan riset genome sequencing, saya tinggal memfasilitasi. Sekarang sudah sampai pada tahap produksi bibit dengan yield yang lebih tinggi,” jelasnya.

Potensi Pengurangan Impor Bawang Putih

Luhut menilai bahwa peningkatan produktivitas bawang putih dalam negeri memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor. Saat ini, nilai impor bibit bawang putih Indonesia mencapai US$770 juta atau sekitar Rp12,8 triliun.

“Jika kita bisa menurunkan impor sebanyak 50 persen secara bertahap, itu setara dengan penghematan hingga US$350 juta atau sekitar Rp5 triliun,” katanya.