Banjir Besar dan Dampaknya
Banjir yang terjadi di provinsi Chagang ini menyebabkan kerusakan yang sangat parah di kota-kota seperti Sinuiju dan Uiju. Sekitar 4.100 rumah, 3.000 hektare lahan pertanian, serta banyak jalan dan bangunan umum terendam. Bahkan, lebih dari 5.000 orang berhasil diselamatkan melalui operasi evakuasi udara.
Korea Utara, yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir akibat drainase buruk dan penggundulan hutan, menghadapi kesulitan dalam menanggulangi banjir besar tersebut. Infrastruktur yang rapuh menjadi salah satu faktor utama penyebab bencana tersebut.
Hukuman Mati di Korea Utara: Praktik yang Sudah Lazim
Hukuman mati bagi pejabat yang dianggap gagal dalam tugasnya bukanlah hal baru di Korea Utara. Pemerintah negara tersebut seringkali memberikan hukuman ekstrem kepada individu yang dianggap telah berkhianat atau melanggar aturan. Namun, beberapa pelanggaran yang dihukum mati sering kali tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukan. Misalnya, banyak laporan yang menyebutkan eksekusi mati terhadap warga yang tertangkap menonton film atau drama asing, sebuah pelanggaran berat di negara yang sangat terisolasi ini.
Berdasarkan laporan BBC yang dirilis pada 15 September 2025, pemerintah Korea Utara semakin gencar menerapkan hukuman mati, termasuk kepada mereka yang kedapatan menonton atau membagikan konten budaya asing. Organisasi hak asasi manusia seperti The Advocates for Human Rights menyerukan agar Korea Utara segera menghapuskan hukuman mati dan meratifikasi Protokol Opsional Kedua dari Konvensi Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR).
Laporan tersebut merekomendasikan agar Korea Utara memberlakukan moratorium eksekusi mati dan membatasi hukuman mati hanya untuk kejahatan yang paling serius. Selain itu, disarankan agar penerapan hukuman mati tidak diberlakukan kepada individu yang berusia di bawah 18 tahun pada saat pelanggaran terjadi.



