Aneksasi Greenland: Klaim Keamanan atau Keinginan Ekspansi?
Trump bahkan mengklaim bahwa Denmark “tidak mengeluarkan uang sepeser pun” untuk mendukung Greenland dan bahwa negara Skandinavia tersebut “tidak memberikan perlindungan militer” untuk wilayah tersebut. “Kami membutuhkan Greenland demi keamanan nasional, bukan untuk mineral,” lanjut Trump.
Trump menegaskan bahwa ia “memerlukan Greenland” untuk memperkuat posisi Amerika Serikat di kawasan Arktik, yang saat ini dipenuhi oleh kapal-kapal Rusia dan China. Ia menilai bahwa Greenland memiliki nilai strategis tinggi dan “harus dimiliki oleh AS”.
Namun, meskipun Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk menganeksasi Greenland, baik Greenland maupun Denmark secara tegas menentang rencana tersebut. Greenland adalah wilayah otonom Denmark, yang meskipun memiliki pemerintahan sendiri, tetap berada di bawah kedaulatan Denmark.
Penolakan Tegas dari Denmark dan Greenland
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, bersama dengan Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, pada Senin (21/12) kembali menegaskan penolakan mereka terhadap rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland.
“Anda tidak bisa menganeksasi negara lain, bahkan dengan dalih keamanan internasional,” ucap Frederiksen dan Nielsen dalam pernyataan bersama mereka.
“Greenland adalah milik rakyat Greenland dan Amerika Serikat tidak akan mengambil alih Greenland,” tegas keduanya.
Denmark dan Greenland menyatakan bahwa mereka tidak akan tunduk pada klaim sepihak AS terhadap Greenland, yang telah menjadi bagian integral dari kerajaan Denmark selama ratusan tahun.



