Israel Caplok Rafah Sejak Mei 2024
Israel telah mencaplok wilayah perbatasan Rafah sejak 7 Mei 2024. Pemerintah Israel berdalih bahwa fasilitas tersebut digunakan untuk aktivitas terorisme dan penyelundupan senjata.
Sejak saat itu, semua akses melalui penyeberangan Rafah ditangguhkan, termasuk bagi personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Perbatasan Rafah sempat dibuka kembali pada 19 Januari 2025 selama periode gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Namun kini, pasca gencatan senjata baru yang dimulai pada 11 Oktober 2025, perbatasan tersebut kembali ditutup atas perintah Netanyahu.
Kondisi Terkini di Gaza
Dalam 48 jam terakhir, 29 jenazah dilaporkan tiba di rumah sakit Gaza.
Rinciannya, 23 jenazah ditemukan akibat serangan sebelumnya, 4 orang tewas dalam serangan langsung, dan 2 korban meninggal karena luka-luka.
Selain itu, 21 orang dilaporkan mengalami luka dan telah dibawa ke fasilitas medis.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel sejak awal konflik telah menewaskan sekitar 68.116 orang dan melukai 170.200 lainnya.
Netanyahu Dicap Sebagai Penjahat Perang
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) menetapkan Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant sebagai penjahat perang.
ICC juga mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap keduanya atas dugaan kejahatan perang dan pelanggaran kemanusiaan di Gaza.



