Warga lain pun ikut mengonfirmasi. “Kalau dia preman, pasti banyak orang sudah ribut soal itu dari dulu. Ini baru pertama kali kami dengar tudingan seperti itu,” katanya.

Pihak keluarga juga menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku telah ditindaklanjuti oleh Polresta Jambi. Mereka meminta agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya dan seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kami lah yang teraniaya. Kami yang kehilangan. Tolong, jangan lukai kami lagi dengan berita dan komentar yang tidak benar,” pungkas istri korban.

Kasus ini menjadi sorotan publik, dan keluarga berharap keadilan bisa ditegakkan tanpa menyisakan luka tambahan dari opini yang menyesatkan.