Tak Puas Polisi Hanya Tersangkakan 2 Pelaku, Keluarga Minta Polda Jambi Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Aji

Perkara703 Dilihat

Jambi – Sudah 2 Minggu lebih M Rashad Ramzi atau Aji terbaring tak berdaya di RSUD Raden Mattaher. Korban pengeroyokan dari Arli dan Faras beserta sejumlah rekan-rekannya di depan gedung Kantor RRI Telanaipura itu pun masih harus terus memperoleh perawatan medis.

Sedari awal keluarga melapor Polisi yakni Polsek Telanaipura pada hari yang sama pada saat peristiwa pengeroyokan tersebut, selang beberapa hari 2 pelaku utama yakni Arli dan Faras langsung diproses oleh pihak Kepolisian.

Namun sampai disini, keluarga korban mengaku belum puas. Sebab berdasarkan bukti rekaman CCTV sekitar saat kejadian terdapat sejumlah orang yang diduga turut terlibat dalam peristiwa pengoroyokan Aji. Namun hingga kini belum diproses. Kuasa hukum keluarga korban pun meminta agar pihak kepolisian bertindak tegas menangani kasus ini.

“Siapapun yang terlibat didalam pengeroyokan, kami berharap itu dilibatkan semua dalam perkara ini,” ujar Zainal Abidin, Kuasa Hukum keluarga Aji, Rabu 17 April 2024.

Zainal berharap semua rekan-rekan pelaku yang terlibat dalam kasus ini mulai dari yang melakukan pengepungan pakai mobilnya, hingga membersihkan kucuran darah korban di TKP usai kejadian diproses hukum. Bahkan dia juga berharap agar Polda Jambi segera mengambil alih kasus ini, dikarenakan proses hukum sejauh ini dirasa belum optimal.

“Karna kami merasa disini kami kurang puas dengan yang ditangani saat ini. Karna kenapa baru 2 orang yang jadi tersangka?” ujar Zainal.

Sedangkan di CCTV, lanjut dia, bukan cuman 2 orang banyak yang terlibat disitu. Selanjutnya Zainal Abidin juga mempertanyakan apakah barang bukti seperti HP pelaku sudah diamankan atau tidak?

“Baik yang tertangkap ataupun yang menyerahkan diri apakah itu BB ikut diamankan atau tidak? Karna menurut hemat kami itu penting,” katanya.

Jadi penting sebab kasus ini berawal dari media sosial, terjadi pengeroyokan hingga kemudian beredar isu cinta segitiga.

Namun soal isu yang berkembang yakni cinta segitiga antara pelaku, korban dan seorang wanita. Keluarga Aji membantah isu ini. Menurut mereka hal itu tidaklah benar, sebab dalam peristiwa, kata mereka, ini murni konteksnya pertemanan antara sesama anak Batanghari.

Ibu Aji, Laila pun meminta keadilan atas peristiwa yang menimpa anaknya. Laila jelas tak terima dengan sakit yang diderita anaknya karna ulah dari Arli, Faras dan rekan-rekannya.

“Jadi saya mohon supaya ditegakkkanlah keadilan. Anak saya dinjak-injak, kepalanya bocor sampai dioperasi. Manusia seperti apa yang tega melakukan seperti itu pada anak saya,” kata Laila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *