Berdalih Nunggu Antrean, Sekda Belum Klarifikasi ke KASN, Al Haris: Kalau Mau Maju Pilkada Sebaiknya Mundur

Daerah2145 Dilihat

Orasi.id, Merangin – Meski sudah dijadwalkan untuk melakukan klarifikasi melalui zoom meeting dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) kemarin pagi. Ternyata Sekda Merangin Ir Fajarman belum melakukan klarifikasi berkaitan dengan terpasangnya baliho dirinya di hampir semua desa dan jalan utama kabupaten.

Usai Safari Ramadan, Fajarman mengaku sampai hari ini belum juga melakukan klarifikasi atas undangan dari KASN.

“Belum ada saya melakukan klarifikasi melalui zoom meeting. Kita nunggu antrean,” kata Fajarman pada Rabu, 20 Maret 2024.

Bahkan ia menyebut, pemasangan baliho tidak melanggar aturan sebab dalam baliho tidak mencantumkan nama partai ataupun warna partai tertentu.

“Di baliho saya tidak ada dicantumkan nama dan warna partai tertentu. Itu tidak melanggar aturan, tetapi jika sudah ada nomor urut calon dan belum masanya kampanye sudah pasang baliho, maka bisa saja sanksi dari KPU dan Bawaslu berlaku,” ujarnya.

Selain itu, soal tulisan menuju Merangin 2024, menurut Fajarman, bukan menyalahi aturan, tetapi jika mengajak memilih dirinya bisa masuk sebagai pelanggaran.

“Tidak ada tulisan mengajak memilih saya, Dan kita masih memedomani UU per KPU, Dan bukan edaran surat tiga menteri sebab edaran tersebut belum disosialisasikan,” ucapnya.

Menurutnya soal klarifikasi KASN masih menunggu antrean kapan bakal diklarifikasi sebab banyak yang sama terjadi di seluruh Indonesia.

“Kan banyak terjadi hampir di seluruh Indonesia kejadian seperti ini. Saya masih nunggu antrean kapan saya akan diklarifikasi KASN,” ucapnya.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan dirinya hanya menunggu hembusan klarifikasi dari KASN.

“Kita tunggu hasil klarifikasi dari KASN, biasanya ada tembusan untuk kita, tapi yang jelas soal sanksi nantinya yang menjatuhkan tentu atasan Sekda yaitu Pj Bupati. Bisa berupa teguran tertulis, wajib mencopoti baliho dan menyosialisasikan netralitas ASN,” kata Al Haris di sela-sela melakukan Safari Ramadan.

Menurutnya, secara etika harus mundur jika mau maju karena bisa saja menyalahgunakan jabatan sebab masih pejabat aktif.

“Saya kira kalau mau maju Pilkada ya mundur biar tidak ada kecurigaan yang timbul dari masyarakat,” katanya.

Reporter: Daryanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *