“Sampai kini kami dak tahu Fifi tu siapa sumpahlah. Yang kami tahu operatornya namanya Yoka dan TU-nya Qurrota Ayun itu mereka jugo lulus P3K guru,” ucapnya.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, bahwa P3K guru yang lulus namun berstatus honor di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Tentu saja ini menimbulkan pertanyaan yang membuat banyak orang penasaran.

“Ada yang honor di kantor bupati lulus P3K, honor di Dinas Pendidikan, di kantor Samsat, Dinas Sosial, bahkan ada juga yang tak pernah honor guru sekalipun. Jadi gimana kok bisa masuk ke dalam Dapodik. Saya yakin adanya permainan Kepsek dan Operator Dapodik guna sebagai syarat peserta seleksi P3K,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kepegawaian BKPSDMD Merangin, Affan dikonfirmasi terkait kabar salah satu peserta P3K guru yang lulus adalah istrinya belum memberi jawaban.

Terpisah Kapolres Merangin AKBP Ruri Roberto melalui Kasatreskrim Polres Merangin, Iptu Mulyono saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan masyarakat terkait dugaan kecurangan kelulusan PPPK.

“Kami masih menunggu ada warga yang melapor, jika dalam kelulusan PPPK ada dugaan permainan uang tentu kita jerat dengan UU Pemberantasan Korupsi. Namun jika ada pemalsuan dokumen kita jerat dengan pidana umum. Silakan masyarakat laporan jika ada buktinya kami akan sikat,” kata Kasatreskrim.