“Terima kasih pak Dirjen sudah melakukan Rakor di Jambi,” ujar Sudirman.
Disampaikan juga olehnya bahwa sejauh ini Pemprov Jambi tetap konsisten berkomitmen dalam upaya melestarikan lingkungan hidup dan juga mitigasi Karhutla yang dilakukan dengan penguatan kelembagaan serta seluruh stakehokder terkait juha pembinaan serta sosialisasi masyarakat peduli karhutla.
Sementara itu, Dirjen PKTL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rwanda A Sukardiman menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh pihaknya merupakan langkah guna menindaklanjuti Instruski Presiden dan Surat Edaran Menteri LHK soal pencegahan Karhutla.
“Hari ini kita berkumpul guna meningkatkan sinergitas, kesiapsiagaan kita memasuki puncak Karhutla tahun 2023. Momentum ini sangat penting dalam mengetahui sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi Karhutka yang diprediksi akan jauh daripada sebelumnya,” kata Dirjen PKTL, Rwanda Sukardiman.
Dirjen PKTL itu menegaskan, karhutla harus dapat dikendalikan atau dicegah sedini mungkin.
“Apresiasi kami kami sampaikam atas usaha dan keterlivatan seluruh stake holder di Provinsi Jambi dalam menangani
Karhuta 4 tahun terakhir di Provinsi Jambi,” ujar Rwanda.
Menurutnya, BMKG telah memprediksi bahwa terdapat potensi besar akan terjadinya Karhutla pada Puncak Kemarau 2023 di Provinsi Jambi. Oleh karena itu ia mendorong agar melalui rapat koordinasi ini ssmua pihak dapat berkolaborasi dalam upaya pencegahan ataupun penindakan terhadap bencana karhutla di Provinsi Jambi.
“Kalau kita bekerja dan berkoordinasi dengan baik, tidak akan terjadi lagi mitor karhutla 4 tahunan di Jambi,” katanya.
Meskipun diakui juga oleh dia bahwa data yang dihimpun pihaknya menunjukkan tren angka Karhutla di Provinsi Jambi cenderung menurun semenjak tahun 2015.
Puncak Karhutla Diprediksi Terjadi Pada 2023, Ditjen PKTL KLHK Gelar Rakor Pencegahan Karhutla di Provinsi Jambi
Halaman



