Jakarta — Skandal paspor yang dikenal sebagai paspoortgate kini merambah Belgia setelah sebelumnya menjadi isu besar di Belanda. Pertanyaan pun muncul mengenai nasib pemain Indonesia yang berkarier di Liga Belgia.

Klub kasta tertinggi Liga Belgia, Royal Antwerp, mengambil langkah antisipasi dengan mengistirahatkan Gyrano Kerk pada play-off Eropa Liga Belgia, Jumat (3/4). Kerk adalah pemain kelahiran Belanda yang memiliki paspor Suriname. Antwerp ingin memastikan urusan paspor Kerk, baik Suriname maupun Belanda, terselesaikan sebelum ia kembali memperkuat tim.

“Kami mengistirahatkan Gyrano Kerk sebagai tindakan pencegahan,” tulis Antwerp dalam rilis resmi klub pada Kamis (2/4), dikutip dari Nieuwsblad, Minggu (5/4).
“Situasi secara umum sangat tidak jelas dan kami tidak ingin mengambil risiko apa pun sampai semuanya diklarifikasi. Klub sedang menyelidiki sepenuhnya situasi seputar Gyrano.”

Hingga saat ini, Antwerp menjadi satu-satunya klub di Liga Belgia yang mengambil tindakan terkait paspoortgate. Belum ada pernyataan resmi dari Dender maupun Lommel SK mengenai status pemain Indonesia mereka yang terlibat potensi masalah paspor.

Musim ini, ada dua pemain Indonesia yang bermain di Belgia, yaitu Ragnar Oratmangoen (FC Dender) dan Joey Pelupessy (Lommel SK).

Oratmangoen membela Dender sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), sehingga statusnya sebagai pemain non-Uni Eropa berlaku untuk klub tersebut. Sementara Joey Pelupessy dikontrak oleh Lommel SK pada Januari 2025 dan resmi disumpah menjadi WNI pada Februari 2025, setelah bergabung dengan klub tersebut.

Kasus paspoortgate awalnya mencuat di Belanda setelah laporan dari NAC Breda yang menyoroti pemain Indonesia, Dean James, dinyatakan bermain tidak sah di Liga Belanda. Isu ini kemudian meluas dan menimbulkan perhatian klub-klub di Belgia terkait status paspor pemain asing.