Jakarta — Pemerintah Irak memperingatkan bahwa serangan drone di sekitar Bandara Internasional Baghdad berpotensi mengancam keamanan penjara yang menampung tersangka anggota negara Islam atau Islamic State (ISIS).

Mengutip AFP, Minggu (15/3), Juru Bicara Kementerian Kehakiman Irak, Ahmed Laibi, mengatakan area di sekitar bandara dan penjara bandara, Penjara Al-Karkh Central, telah beberapa kali menjadi sasaran serangan.

“Area di sekitar Bandara Internasional Baghdad dan penjara bandara (Al-Karkh Central) telah menjadi sasaran serangan berulang,” kata Laibi dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, sejumlah serangan bahkan terjadi sangat dekat dengan fasilitas tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan penjara yang menampung tahanan teroris berisiko tinggi.

Menurut Laibi, serangan paling intens terjadi pada Sabtu (14/3), ketika proyektil menghantam area yang berada sangat dekat dengan penjara.

“Beberapa serangan menghantam area dekat fasilitas tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada keamanan penjara yang menampung narapidana teroris berisiko tinggi,” ujarnya.

Penjara Al-Karkh merupakan fasilitas yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Cropper, pusat penahanan militer yang pernah digunakan oleh Amerika Serikat. Fasilitas tersebut berada di dalam kompleks Bandara Baghdad.

Pada Februari lalu, Amerika Serikat telah menyelesaikan pemindahan sekitar 5.700 tahanan ISIS dari Suriah ke Irak. Sejak saat itu, para tahanan tersebut ditempatkan di penjara tersebut.

Sejak konflik di Timur Tengah meningkat, kelompok bersenjata yang didukung Iran dilaporkan hampir setiap hari mengklaim melancarkan serangan drone dan roket ke pangkalan Amerika Serikat di Irak.

Bandara Baghdad juga menampung fasilitas diplomatik Amerika Serikat dan sebelumnya menjadi lokasi pasukan koalisi internasional pimpinan AS yang memerangi kelompok jihad.

Meski pemerintah Irak telah menerapkan berbagai langkah keamanan untuk menjaga stabilitas, Laibi menilai frekuensi serangan serta jatuhnya proyektil di dekat fasilitas tersebut tetap menjadi sumber kekhawatiran.