Jambi – Korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum polisi sampai saat ini dinilai belum transparan dan jujur. Hal ini memicu Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Wanita dan Anak untuk melakukan aksi di Mapolda Jambi, Jum’at 13/02/2026.

Aksi tersebut bentuk keprihatinan terkait hebohnya Jambi dari kasus pemerkosaan dan satu persatu dari aliansi tersebut, terlihat mereka secara bergiliran menyuarakan kritikan terhadap kinerja Polda Jambi yang tidak tegas dalam menuntaskan kasus pemerkosaan.

Arip Hidayatullah yang merupakan kordinator massa aksi demo mengatakan,  tujuan aksi ini untuk menuntut Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar menuntaskan kasus permerkosaan yang dilakukan sejumlah oknum kepolisian dan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) secara transparan dan jujur.

“Ayo, bapak Kapolda Jambi lebih transparan dan jujur, periksa para pelaku dan jangan ada ditutup-tutupi,”ujarnya dengan lantang.

Arip menyebutkan, Kasus yang disuarakan oleh para massa aksi sesuai yang terjadi di lapangan yang sebelumnya mengumpulkan wawancara dan bukti dari korban secara langsung, bahwa dalam pemerkosaan itu ada dugaan sekitar 7 orang oknum kepolisian dan 2 warga sipil.

“Nah, Sejauh ini masih ada 2 orang baru tersangka dan dua dari warga sipil dan 5 lainnya kemana, nah ini bahwasanya aparat kepolisian Jambi tidak transparan dan keterbukaan dalam penanganan kasus ini,”terangnya.