Muaro Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi untuk menjadikan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia UNESCO. Upaya transformasi besar-besaran tengah dilakukan agar situs purbakala terbesar di Asia Tenggara ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian, tetapi juga destinasi wisata sejarah dan spiritual.

Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Sani saat kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Pelataran Candi Muaro Jambi, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini juga melibatkan diskusi dengan pelaku budaya, tokoh adat, arkeolog, dan masyarakat setempat.

Wagub Sani menyampaikan, KCBN Muaro Jambi memiliki nilai sejarah, arkeologis, dan kultural yang luar biasa, serta merepresentasikan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, terus melakukan pengembangan kawasan sekitar, termasuk pemberdayaan masyarakat dan penguatan Desa Wisata.

“Pelestarian KCBN Muaro Jambi harus selaras dengan pemanfaatan ekonomi dan ekologi, tanpa mengorbankan nilai dan keaslian warisan budaya. Pendekatan kolaboratif lintas sektor sangat penting, melibatkan pemerintah pusat, daerah, akademisi, pelaku budaya, dunia usaha, dan masyarakat lokal,” ujar Wagub Sani.

Ia menekankan perlunya kerangka kebijakan nasional yang kuat, dukungan anggaran memadai, dan pengawasan lintas sektor untuk mendorong KCBN Muaro Jambi menuju Warisan Dunia UNESCO.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.PP, menyatakan dukungan penuh Panja Cagar Budaya untuk perlindungan dan pemanfaatan Candi Muaro Jambi, mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010 dan UU Nomor 5 Tahun 2017. Hetifah menekankan pentingnya SDM yang kompeten dan pendanaan yang memadai, serta mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam pelestarian situs sejarah ini.

“KCBN Candi Muaro Jambi merupakan pusat pendidikan Buddha terbesar di Asia Tenggara sejak abad ke-6. Upaya pelestariannya harus serius, demi kesejahteraan masyarakat sekaligus mempertahankan warisan budaya bangsa dan dunia,” tegas Hetifah.