Jakarta — Metode kanban merupakan salah satu teknik produktivitas asal Jepang yang kini banyak diterapkan di lingkungan kerja profesional. Meski identik dengan kerja tim di perusahaan, metode ini juga dapat digunakan untuk mengelola tugas personal agar lebih terstruktur dan mudah dipantau.
Melalui metode kanban, pekerjaan berskala besar dapat dipecah menjadi tugas-tugas kecil. Setiap tugas kemudian dipantau perkembangannya secara visual melalui papan kanban, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Visualisasi ini membantu seseorang memahami progres kerja secara menyeluruh.
Agar manfaatnya optimal, penting untuk mengetahui cara menerapkan metode kanban dengan tepat.
Cara Menerapkan Metode Kanban
Mengutip Investopedia, metode kanban dikembangkan oleh Taiichi Ohno, seorang insinyur industri di Toyota. Dalam bahasa Jepang, kata “kanban” berarti “kartu visual”. Sistem ini menggunakan isyarat visual untuk mendorong tindakan yang diperlukan agar proses kerja tetap berjalan secara berkesinambungan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut lima tahapan penerapan metode kanban:
1. Pilih Alat Kanban yang Sesuai
Metode kanban dapat dilakukan secara manual maupun digital. Untuk metode manual, papan tulis atau kertas berukuran besar dapat digunakan, dengan sticky note sebagai media penulisan tugas.
Buat tabel pada papan tersebut, lalu tempelkan sticky note sesuai kolom yang telah ditentukan. Sticky note dapat dipindahkan seiring perkembangan pekerjaan. Alternatif lainnya, kamu bisa menggunakan aplikasi atau tools digital yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas lebih tinggi.


