Jakarta — Seorang remaja di Australia ditangkap setelah mengancam akan membunuh Presiden Israel, Isaac Herzog.

Laporan ABC Net menyebutkan, pemuda asal Sydney berusia 19 tahun itu diamankan Australian Federal Police (AFP) setelah membuat ancaman di media sosial X dengan menyatakan akan menembak Herzog.

Presiden Israel dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia pada pekan ini.

Unggahan ancaman tersebut dibuat pada 19 Januari dan juga memuat ancaman terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Remaja bernama Darcy Tinning itu didakwa atas tuduhan menggunakan layanan komunikasi untuk menyampaikan ancaman. Ia sempat mengajukan permohonan pembebasan dengan jaminan, namun ditolak dengan pertimbangan adanya potensi ancaman serupa saat Herzog tiba di Australia.

Kuasa hukum Tinning, Brendan Green, menyatakan meskipun pernyataan kliennya tergolong “tidak pantas”, Tinning tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok ekstremis mana pun. Ia juga disebut tidak memiliki catatan kriminal maupun riwayat ketidakpatuhan hukum.

Green menambahkan, Tinning dan keluarganya tidak memiliki akses terhadap senjata api.

Hakim Daniel Covington pada Kamis (5/2) menilai tindakan yang dilakukan Tinning merupakan perbuatan serius dan mengkhawatirkan. Kendati demikian, hakim menyatakan percaya bahwa Tinning akan mematuhi ketentuan hukum apabila diberikan pembebasan bersyarat.

Menurut hakim, riwayat tanpa catatan kriminal serta sikap kooperatif Tinning selama proses penyelidikan patut menjadi bahan pertimbangan.

Pengadilan akhirnya memutuskan membebaskan Tinning dengan sejumlah syarat, di antaranya tidak boleh keluar rumah tanpa didampingi orang tua, dilarang menggunakan media sosial, serta diwajibkan menyerahkan paspornya.

Polisi Australia sebelumnya menangkap Tinning di kediamannya pada Rabu (4/2) terkait unggahan ancaman tersebut. Dalam penggeledahan, polisi menyita telepon genggam serta perlengkapan narkoba.

Penangkapan ini terjadi tidak lama setelah insiden penembakan di Pantai Bondi pada 14 Desember lalu yang menewaskan 12 orang. Serangan tersebut menargetkan warga Yahudi yang tengah memperingati Hanukkah.