Jenazah sandera terakhir yang ditahan oleh Hamas, Ran Gvili, telah dipulangkan dari Jalur Gaza ke Institut Forensik Israel di Tel Aviv pada Senin (26/1). Kembalinya jenazah Gvili menandai selesainya upaya pengembalian semua sandera Israel yang diambil sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Ran Gvili, seorang anggota polisi Israel berusia 24 tahun dari unit elite Yassam, tewas dalam pertempuran setelah menyerahkan diri untuk membantu evakuasi dan pertahanan di Kibbutz Alumim ketika serangan besar itu terjadi. Setelah kematiannya, jenazahnya diambil oleh militan dan dibawa ke Gaza.
Proses pemulangan jenazah dilakukan setelah pasukan Israel menemukan dan mengidentifikasi sisa jasad Gvili melalui sistem forensik menggunakan alat identifikasi seperti sidik jari dan pemeriksaan medis. Keluarga Gvili memberikan penghormatan terakhir saat jenazah tiba di Tel Aviv, dan jenazah itu dibungkus dengan bendera Israel saat konvoi melewati warga yang berkumpul memberikan penghormatan.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa dengan pemulangan jenazah Gvili, tidak ada lagi sandera atau jenazah warga Israel yang ditahan di Gaza, yang menjadi momen penting sejak perang berkepanjangan dalam hampir 28 bulan.
Pemimpin Israel menyebut pemulangan ini sebagai pencapaian besar dan langkah penting dalam fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir sejak 10 Oktober 2025. Kesepakatan ini mensyaratkan pengembalian semua sandera sebelum fase berikutnya dari gencatan senjata dapat dimulai.
Sebagai dampaknya, pihak Israel mengumumkan rencana untuk membuka kembali penyeberangan perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir secara terbatas bagi pejalan kaki dan bantuan, yang sempat ditutup sejak Mei 2024 sebagai bagian dari operasi militer. Pembukaan itu menjadi syarat terkait selesainya pengembalian jenazah terakhir tersebut, meski mekanisme penuh perlintasan dan bantuan masih menunggu implementasi lebih lanjut.
Hamas, lewat juru bicaranya Hazem Qassem, menyatakan bahwa pemulangan jenazah ini mencerminkan komitmen kelompok tersebut terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah diberlakukan, dan menegaskan akan terus menghormati seluruh ketentuan yang menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.

