Jakarta — Saat membahas daging sapi, potongan seperti sirloin, tenderloin, atau ribeye kerap menjadi pilihan utama. Padahal, ada bagian lain yang tak kalah populer dan kaya manfaat, yakni daging sengkel.

Daging sengkel berasal dari bagian kaki sapi dan sudah lama digunakan dalam berbagai masakan khas Indonesia. Salah satu olahan yang paling dikenal dari potongan ini adalah bakso urat, yang memiliki tekstur khas dan cita rasa gurih.

Di pasaran, harga daging sengkel lokal umumnya berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogram, berdasarkan pemantauan di sejumlah lokapasar.

Lantas, seperti apa sebenarnya karakteristik daging sengkel? Berikut penjelasannya.

Daging Sengkel Berasal dari Bagian Apa?

Mengutip The Chopping Block, daging sengkel merupakan potongan yang berasal dari kaki sapi, tepatnya di area bawah kaki yang berada di atas sendi lutut. Bagian ini terdiri dari otot yang aktif digunakan serta mengandung banyak jaringan ikat, termasuk kolagen dan tulang.

Tingginya kandungan jaringan ikat membuat daging sengkel memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan potongan daging sapi lain yang cenderung empuk, seperti filet mignon atau ribeye.

Selain itu, bagian sengkel berfungsi menopang sebagian besar berat tubuh sapi. Aktivitas otot yang tinggi di area ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat teksturnya lebih padat dan liat.

Menurut One Stop Halal, daging sengkel tersedia dalam dua bentuk utama, yaitu: