Yogyakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI terus berupaya memulihkan jaringan telekomunikasi yang lumpuh di sejumlah wilayah Sumatra. Karena pasokan listrik belum sepenuhnya pulih, Komdigi kini mencari alternatif sumber daya untuk mengaktifkan kembali Base Transceiver Station (BTS).
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, menyampaikan bahwa kunci utama pemulihan layanan telekomunikasi berada pada pengoperasian kembali BTS. Namun hingga saat ini, jaringan listrik di tiga provinsi terdampak bencana sejak akhir November 2025 belum sepenuhnya normal. Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional BTS yang bergantung pada pasokan listrik dari PLN.
“Namun demikian, kami akan berupaya selama masa perbaikan jaringan listrik itu dilakukan, Kominfo mencoba mencari solusi agar BTS-BTS ini bisa menyala dengan opsi-opsi yang lain, misalnya dengan genset,” kata Nezar saat ditemui di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (13/12).
Selain mencari sumber daya alternatif, Komdigi juga melakukan koordinasi dengan operator seluler atau penyedia layanan telekomunikasi. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat proses pemulihan jaringan sambil menunggu suplai listrik kembali normal.
“Kita berupaya sekeras mungkin, ya, untuk bisa menormalkan jaringan telekomunikasi yang ada di daerah bencana,” ujar Nezar.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pemulihan aliran listrik di wilayah terdampak bencana dapat tercapai dalam waktu sekitar satu pekan. Meski demikian, proses perbaikan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala.
Presiden menjelaskan bahwa pemulihan jaringan listrik tidak dapat dilakukan secara cepat karena kondisi fisik infrastruktur yang rusak serta faktor alam yang masih menjadi hambatan. Beberapa wilayah dilaporkan masih tergenang banjir sehingga menghambat perbaikan jaringan dan pemasangan kabel listrik.
Prabowo juga meminta masyarakat memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan.
Berdasarkan data hingga 11 Desember 2025, progres pemulihan di Aceh tercatat mencapai 36 persen. Sumatra Utara telah pulih hingga 99,8 persen setelah terjadi longsor susulan, sementara Sumatra Barat dilaporkan telah kembali menyala 100 persen sejak 5 Desember 2025.
Aceh menjadi wilayah yang masih memerlukan perhatian khusus. Untuk mempercepat pemulihan di sejumlah desa, PLN membutuhkan dukungan pembukaan akses jalan yang masih terputus guna memudahkan transportasi material jaringan, serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kendaraan.


