Jakarta — Suasana mudik Lebaran yang identik dengan perjalanan panjang dan padatnya aktivitas ternyata menyimpan risiko kesehatan tersendiri. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jakarta Timur menemukan banyak pemudik mengalami tekanan darah tinggi hingga kadar kolesterol yang meningkat.

Temuan ini diperoleh dari layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dibuka di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menyebut dua kondisi yang paling sering terdeteksi adalah hipertensi dan kolesterol tinggi.

“Memang yang lebih banyak ditemukan di sini itu tekanan darah tinggi dan kolesterol,” ujar Ahmad, Kamis (19/3), mengutip Antara.

Menurutnya, pemudik yang mengalami hipertensi umumnya mengeluhkan sakit kepala hebat. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kurangnya waktu istirahat sebelum melakukan perjalanan.

Musim mudik memang menuntut energi ekstra. Banyak orang harus berburu tiket sejak dini hari, bahkan memulai perjalanan sejak pagi, sehingga berujung pada kelelahan fisik.

“Dari hasil pemeriksaan, tekanan darah tinggi yang kami temukan berkisar di angka 140 sampai 150 ke atas,” jelasnya.

Sementara itu, tingginya kasus kolesterol pada pemudik juga tidak lepas dari pola hidup selama bulan puasa. Ahmad menyebut konsumsi makanan berminyak seperti gorengan, kurang minum air putih, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor pemicu utama.

Selain itu, PMI juga menemukan sejumlah kasus luka ringan di area terminal, seperti lecet hingga cedera pada kaki dan lutut akibat terjatuh.

Untuk membantu pemudik memantau kondisi kesehatannya, PMI menyediakan layanan pemeriksaan gratis sejak 13 Maret 2026 hingga H+7 Lebaran. Di stan tersebut, petugas melakukan berbagai pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, saturasi oksigen, kadar gula darah, hingga asam urat dan kolesterol.

Ahmad menambahkan layanan ini bersifat fleksibel. Petugas tidak hanya berjaga di satu titik, tetapi juga dapat berkeliling ke area terminal maupun titik mudik lainnya.

“Hanya saja terdapat kemungkinan kami akan melakukan mobilisasi, jadi mengelilingi terminal atau titik mudik lainnya,” katanya.

Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menciptakan mudik yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain itu, PMI juga ingin memastikan setiap pemudik berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalani perjalanan menuju kampung halaman.