Isu Pemakzulan Kembali Mencuat
Dalam beberapa pekan terakhir, upaya pemakzulan terhadap Sara kembali mencuat. Sejumlah pihak mengajukan gugatan pemakzulan pada 9 Februari.
Sesuai konstitusi, proses pemakzulan akan berujung pada persidangan di Senat. Jika dinyatakan bersalah, Sara dapat dilarang berpolitik dan tidak bisa mengikuti kontestasi pilpres.
Di sisi lain, Marcos juga menghadapi dua pengaduan pemakzulan. Namun, keduanya ditolak oleh komite kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat karena dinilai tidak memiliki dasar yang cukup.
Tekanan politik terhadap presiden juga meningkat setelah mencuat dugaan skandal proyek pengendalian banjir fiktif yang disebut merugikan negara hingga miliaran dolar. Isu tersebut pertama kali disoroti dalam pidato kenegaraan pada Juli dan memicu dinamika politik yang melibatkan sekutu maupun lawan politik, termasuk anggota keluarganya sendiri di Kongres.
Pada Rabu, juru bicara Marcos, Claire Castro, menyatakan Sara seharusnya meminta maaf atas dugaan “korupsi dan penyalahgunaan dana” yang tercantum dalam pengaduan pemakzulan sebelum mengkritik presiden. Meski demikian, Castro menyebut Marcos merespons kabar pencalonan tersebut dengan ucapan, “semoga berhasil”.



