2. Melontarkan candaan yang melukai orang lain

Candaan yang justru menyakiti pihak lain kerap mencerminkan rendahnya empati kognitif, yakni kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Menurut Shields, individu dengan EQ rendah sering gagal membaca pengalaman emosional orang lain secara akurat. Akibatnya, humor yang dimaksudkan sebagai lelucon justru diterima sebagai penghinaan atau sikap tidak sensitif.

3. Menghindari percakapan yang bersifat emosional

Kesulitan membangun kedekatan emosional juga menjadi ciri kecerdasan emosional yang rendah. Salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan sendiri.

“Mereka mungkin menghindari membahas konflik dengan pasangan karena mereka kekurangan kosakata emosional untuk mengartikulasikan keadaan internal mereka sendiri,” ujar Shields.

Akibatnya, percakapan emosional terasa kabur dan konflik kerap dihindari.

4. Cenderung menyimpan dendam

Kebiasaan menyimpan dendam juga sering dikaitkan dengan rendahnya EQ. Individu dengan kondisi ini biasanya terpaku pada interpretasi negatif awal suatu peristiwa dan sulit melihatnya dari sudut pandang lain.

Mereka dapat mempertahankan kemarahan dalam jangka waktu lama karena terjebak dalam pola pikir yang kaku dan kurang reflektif.