Jakarta – Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mengaku penasaran mencoba lapangan berwarna abu-abu khas All England 2026. Pasangan ini termasuk salah satu wakil Indonesia yang akan bertanding di turnamen badminton tertua di dunia tersebut, digelar pada 3–8 Maret 2026.
“Saya ingin coba karpet warna abu-abu sih. Penasaran saja karena belum pernah main di karpet abu. Belum tahu apa bedanya, tapi memang penasaran. Keren pasti itu,” ujar Joaquin saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Raymond/Joaquin merupakan salah satu pasangan ganda putra potensial Indonesia. Prestasi mereka meningkat signifikan tahun lalu, dengan gelar juara Indonesia Masters Super 100 dan Australian Open, serta menjadi runner-up di Al Ain Masters dan Korea Masters 2025. Awal 2026, mereka juga berhasil menembus final Indonesia Masters dan Thailand Masters.
Meski hasil turnamen meningkat, Raymond/Joaquin menegaskan fokus mereka adalah pertumbuhan konsisten, bukan sekadar mengejar gelar secara sporadis.
“Tahun lalu saat mulai naik, orang-orang masih biasa saja, tapi sekarang ekspektasinya berubah dan berpikir kami bisa menang juara. Kami berusaha kontrol apa yang bisa kami kontrol. Kalau harapan orang tidak bisa kami kontrol, tapi kami jadikan motivasi,” kata Joaquin.
Raymond menambahkan, persiapan matang menjadi fokus utama agar penampilan tetap prima. “Ambisi pasti ada untuk juara. Tapi kami lebih ingin kasih penampilan terbaik. Fokus di latihan agar fisik kembali prima, apalagi ada turnamen beruntun,” ucapnya.
Raymond/Joaquin dijadwalkan tampil di tiga turnamen beruntun pada Maret 2026: All England, Swiss Open, dan Orleans Masters.



