2. Indikator Cuaca Global

BMKG mencatat fenomena La Niña lemah masih aktif. Beberapa parameter cuaca tercatat sebagai berikut:

  • Indeks SOI: +11,6

  • Indeks Niño 3.4: −0.75

Kondisi tersebut memicu aktivitas konvektif tinggi, terutama di wilayah timur Indonesia, yang kemudian berdampak pada pola hujan nasional.

3. Sirkulasi Siklonik & Konvergensi Lintas Wilayah

BMKG melihat terbentuknya area sirkulasi siklonik di beberapa wilayah laut, termasuk:

  • Samudra Hindia barat Aceh

  • Samudra Hindia barat Lampung

  • Laut Coral

Akibatnya, daerah konvergensi terbentuk dari:

  • Samudra Hindia barat Aceh

  • Samudra Hindia barat Lampung

  • Pesisir Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur

  • Selat Makassar bagian selatan

  • Kalimantan Selatan & sejumlah wilayah lainnya

Kondisi ini semakin meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

4. Dampak Pergerakan Cold Surge & Gelombang Atmosfer

BMKG juga mencatat:

  • Cold surge: pengaruh masuknya udara dingin akibat penguatan Monsun Asia

  • Aktivasi gelombang atmosfer:

    • Gelombang Kelvin: Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan & Papua Selatan

    • Gelombang Rossby Ekuator: Sumatera, Jawa, Bali, NTT – NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua

Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan dan potensi hujan lebat secara lokal.